Anak-anak berdiri berjejer, menanti giliran untuk tampil. Ada yang memegang alat peraga tarian. Ada yang terus-menerus membetulkan ikat kepala. Namun tak satupun dari mereka terlihat lelah. Sebab mereka tahu, untuk sekali dalam hidup mereka, mereka bukan hanya penonton, tapi pemeran utama dalam cerita budaya mereka sendiri.

Bupati Kupang, Yosef Lede, hadir dengan wajah hangat dan mata yang penuh sorot haru. Ketika berdiri dan memegang mikrofon, ia tidak berbicara seperti pejabat. Ia berbicara seperti seorang ayah, kepada anak-anaknya sendiri.

“Banggalah jadi anak Amfoang,” seru Yosef Lede, suaranya menggema ke seluruh penjuru lapangan. “Nikmatilah budaya kita, cintai tanah ini, dan jadikan warisan ini sebagai pelita hidup kalian.”

Ketika Budaya Bukan Lagi Hanya Kenangan

Di tengah laju globalisasi yang kian deras, budaya lokal kerap tertinggal di sudut-sudut ingatan. Anak-anak lebih akrab dengan lagu TikTok daripada syair pujian adat. Lebih mengenal pahlawan fiksi dari luar negeri daripada tokoh adat di kampungnya sendiri.