Kontribusi tersebut menjadi alasan kuat mengapa pemerintah dan Bank Indonesia terus menempatkan UMKM sebagai prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional, sejalan dengan program prioritas pemerintah dan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan ekonomi kerakyatan.

Perry menjelaskan, Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu dirancang tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi menciptakan dampak nyata melalui pengembangan model bisnis yang telah teruji di lapangan.

“Pemilihan model bisnis terbaik dari UMKM binaan BI dilakukan agar usaha yang dikembangkan benar-benar relevan dan memiliki peluang keberhasilan yang tinggi. Tujuannya adalah menciptakan wirausaha yang mampu menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi rakyat,” katanya.

Program tersebut akan dijalankan secara nasional melalui jaringan 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia. Implementasinya melibatkan sinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, sektor perbankan, asosiasi bisnis, lebih dari 3.000 UMKM binaan BI, serta sekitar 1.500 pondok pesantren yang telah mendapatkan program pemberdayaan ekonomi.