Selanjutnya, program **Air Berkah Indonesia** difokuskan pada pemberdayaan ekonomi pesantren melalui pengembangan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) berbasis sumber daya lokal. Program ini menargetkan 200 pesantren sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan berkelanjutan.
Sementara itu, program **Tani Berkah Indonesia** mendorong pengembangan pertanian modern berbasis teknologi greenhouse di lingkungan pesantren. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan apresiasi atas sinergi yang dibangun Bank Indonesia bersama berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan pesantren.
Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan ekonomi umat apabila didukung dengan akses pembiayaan, teknologi, dan pendampingan usaha yang memadai.
“Melalui sinergi yang kuat dan berkelanjutan, kita berharap ekonomi syariah, khususnya yang berbasis pondok pesantren, dapat semakin berkembang dan menghadirkan keberkahan yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Nasaruddin.
