Meri Mojo, Tenaga Kerja Sosial Kemensos RI Kecamatan Takari, yang pertama kali dihubungi korban saat kejadian, mengungkapkan bahwa ini adalah longsor terbesar sejak tahun 2022.
“Begitu menyedihkan saat korban lansia dan disabilitas dievakuasi, mereka tidak bisa bergerak. Saat ini masih ada pergerakan tanah, jadi evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujar Meri.
Selain bantuan logistik, Pemkab Kupang juga menyiapkan solusi jangka panjang. Bupati Yos Lede memastikan bahwa bagi warga yang memiliki lahan, akan dibantu pembangunan hunian baru. Sementara bagi yang belum memiliki lahan, pemerintah akan mencari solusi agar mereka mendapatkan tempat tinggal yang aman.
Koordinasi Lintas Pihak untuk Pemulihan
Camat dan Lurah Takari diminta segera melakukan pendataan rinci terhadap korban terdampak. DPRD Habel Mbate juga terlibat dalam mengawal aspirasi warga agar bantuan dan relokasi dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Apa yang menjadi kekurangan di tempat pengungsian, bisa disampaikan melalui DPRD agar diteruskan ke lurah, camat, dan OPD terkait,” tambah Bupati Yos Lede.
