Membangun Guru yang Kreatif dan Inovatif

Workshop ini tidak sekadar mengajarkan teknik menulis esai, tetapi juga mendorong para guru untuk reflektif dalam proses pembelajaran.

Dengan menulis, guru bisa mendokumentasikan pengalaman, mengevaluasi metode mengajar, dan berinovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Tidak semua guru terbiasa menulis, tetapi melalui program ini, mereka akan dilatih agar dapat mengembangkan ide dan pengalaman menjadi karya tulis yang berkualitas,” tambah Winston.

Para peserta workshop akan dibimbing oleh praktisi dan akademisi berpengalaman di bidang literasi dan penulisan. Materi yang diberikan mencakup teknik menulis esai, strategi berpikir kritis, serta cara menyusun tulisan yang menarik dan berbobot.

Kegiatan ini mendapat apresiasi luas, termasuk dari Ketua Sinode GMIT, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT. Sebanyak 60 guru dari 30 sekolah GMIT akan menjadi peserta dalam workshop ini.

BMPS NTT juga mengapresiasi Yayasan Rumah Literasi Cakrawala yang turut menjadi mitra dalam program ini. “Sekolah Menulis” yang diinisiasi oleh yayasan tersebut telah berkontribusi besar dalam penguatan literasi di dunia pendidikan NTT.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.