“Kegiatan ini harus menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di NTT. Literasi adalah kunci perubahan pendidikan, dan kita semua bertanggung jawab untuk membangun budaya literasi yang kuat di NTT,” pungkas Winston.

Dengan adanya workshop ini, BMPS NTT berharap akan lahir lebih banyak guru yang mampu menulis dan berpikir kritis, sehingga mampu memberikan dampak besar bagi pendidikan di NTT.

Penguatan literasi tidak hanya menciptakan guru yang kompeten, tetapi juga siswa yang berpikir kritis dan kreatif, yang pada akhirnya akan membawa perubahan bagi masa depan pendidikan di NTT.

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.