“Saya senang mendengar jemaat diberdayakan melalui pertanian hortikultura dengan memanfaatkan tanah-tanah kosong. Ini inisiatif yang sangat baik dan patut ditiru. Pemerintah tentu mendukung agar ekonomi jemaat bertumbuh sehingga kesejahteraan dapat tercapai,” ujar Asadoma.
Ia menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak akan tercapai tanpa sinergi nyata antara pemerintah, gereja, dan komunitas lokal.
“Kalau semua gereja melakukan hal seperti ini, saya yakin dalam lima tahun ke depan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kupang dan NTT akan meningkat pesat,” tambahnya optimistis.
Wagub juga memuji pendekatan jemaat Haumeni Nisum yang membangun ekonomi umat terlebih dahulu sebelum pembangunan fisik gereja.
“Bangun dulu ekonomi jemaat, baru bangun menara. Tapi yang paling penting, bangun juga iman jemaat. Gereja harus hidup setiap hari, bukan hanya saat hari Minggu,” tegasnya disambut tepuk tangan jemaat.
Program kebun mini Haumeni Nisum yang dimulai sejak Mei 2025 kini telah menunjukkan hasil nyata. Tujuh rayon jemaat mengelola lahan pertanian secara kolektif mulai dari pengolahan tanah, penanaman, hingga panen. Hasilnya pun menggembirakan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
