Produk hasil kebun tidak hanya dikonsumsi lokal, tetapi juga dipasarkan secara online ke berbagai pihak, termasuk kantor Sinode GMIT dan Polda NTT. Hingga kini, hasil penjualan mencapai Rp 3.500.000, dan dana tersebut telah digunakan untuk pembangunan menara dan ruang konsistori gereja.
Kehadiran gereja yang produktif dan mandiri seperti Haumeni Nisum menjadi inspirasi bahwa iman yang hidup harus disertai karya nyata.
Dalam momentum HUT ke-69 ini, jemaat Haumeni Nisum tidak hanya merayakan usia pelayanan, tetapi juga menegaskan komitmen untuk menjadi gereja yang hidup, berdampak, dan memberdayakan.
Pemerintah Kabupaten Kupang berharap semangat ini terus menyala di setiap jemaat, sehingga cita-cita besar menuju Kabupaten Kupang Emas 2045 benar-benar menjadi kenyataan.
“Mari kita satu hati bergandengan tangan menjadikan keluarga emas, desa emas, kecamatan emas, dan Kabupaten Kupang Emas nyata di sekitar kita,” pesan Juhardi menutup sambutan mewakili Bupati Kupang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
