Capaian tersebut memperlihatkan bahwa industri keuangan syariah semakin dipercaya sebagai instrumen pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.
“Arah kebijakan ekonomi dan keuangan syariah Bank Indonesia difokuskan pada tiga hal utama, yaitu penguatan ekosistem produk halal, penguatan keuangan dan pembiayaan syariah, serta peningkatan literasi, inklusi, dan gaya hidup halal. Ketiga aspek ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menjadikan pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu agenda strategis pembangunan daerah.
Menurut Herman Deru, Sumatera Selatan memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah regional. Dengan jumlah penduduk muslim mencapai sekitar 7,72 juta jiwa atau 97,22 persen dari total populasi, daerah ini memiliki pasar syariah yang sangat besar.
Potensi tersebut diperkuat oleh keberadaan 670 pondok pesantren, 34 kantor bank umum syariah, 15 unit usaha syariah, serta lebih dari 27 ribu produk yang telah mengantongi sertifikasi halal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
