Dr. Gabriel mengungkapkan bahwa salah satu alasan orang tua masih memilih membawa anak ke tukang urut adalah karena khawatir terhadap tindakan operasi di rumah sakit. Padahal, perkembangan ilmu ortopedi anak saat ini memungkinkan penanganan yang jauh lebih minimal invasif dibandingkan masa lalu.

Ia menjelaskan bahwa operasi patah tulang pada anak kini umumnya dilakukan dengan sayatan yang sangat kecil, bahkan kurang dari satu sentimeter. Dengan teknik tersebut, proses pemulihan menjadi lebih cepat dan anak dapat pulang dalam waktu singkat setelah tindakan dilakukan.

“Anak-anak itu berbeda dengan orang dewasa. Prinsipnya adalah menangani seminimal mungkin. Kalau dulu lukanya bisa panjang 12 sampai 15 sentimeter, sekarang sangat kecil, bahkan tidak sampai satu sentimeter. Hari ini operasi, besok sudah bisa pulang,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Gabriel mengingatkan orang tua agar tidak menebak-nebak sendiri jenis cedera yang dialami anak setelah terjatuh atau mengalami benturan. Menurutnya, nyeri dan bengkak tidak selalu menandakan patah tulang, tetapi juga bisa disebabkan retak tulang atau keseleo yang membutuhkan penanganan berbeda.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.