Dokter Ungkap Bahaya Pijat Patah Tulang pada Anak, Bisa Berujung Amputasi dan Cacat Permanen

FHC, Kebiasaan membawa anak yang mengalami patah tulang ke dukun patah atau tukang urut masih banyak ditemukan di masyarakat. Padahal, tindakan tersebut dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan fungsi gerak anak.

Spesialis ortopedi anak dari Eka Hospital Cibubur, dr. Gabriel Klemens Wienanda, M.Ked(Surg), Sp.OT, AIFO-K, mengingatkan bahwa memijat atau memanipulasi bagian tulang yang patah dapat memperparah cedera dan meningkatkan risiko kerusakan saraf maupun pembuluh darah.

Menurut dr. Gabriel, ujung tulang yang patah umumnya memiliki bagian yang tajam. Ketika dilakukan pijatan atau manipulasi tanpa penanganan medis yang tepat, serpihan tulang dapat bergeser dan melukai jaringan penting di sekitarnya.

“Banyak sekali kasus dipijat-pijat. Karena patahnya biasanya tajam, kadang-kadang dia merobek sarafnya,” ujar dr. Gabriel.

Ia menjelaskan bahwa cedera saraf merupakan salah satu komplikasi yang sangat serius karena dapat menyebabkan gangguan fungsi gerak yang sulit dipulihkan, bahkan setelah tulang berhasil disambungkan kembali.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.