Upaya Mencegah Teror Siber Keagamaan
Insiden ini menandai urgensi perlindungan keamanan siber di sektor keagamaan, terutama saat momentum besar seperti ibadah haji. Pakar keamanan siber dari CISSReC, Pratama Persadha, menyebut bahwa motif pelaku bisa sangat kompleks—mulai dari ekstremisme, sabotase lintas negara, hingga gangguan diplomatik.
“Ancaman ini bukan hanya ancaman fisik, tapi juga bentuk perang psikologis di ruang digital. Pemerintah harus lebih siap secara siber menghadapi eskalasi model ancaman seperti ini,” ungkap Pratama.
Terorisme di Era Digital
Polri dan FBI tengah memanfaatkan teknologi forensik digital canggih untuk mengungkap pelaku di balik email teror tersebut. Dengan jemaah haji yang kini kembali merasa cemas, kasus ini menjadi pengingat bahwa terorisme digital kini telah menyasar ruang-ruang ibadah suci. Penegakan hukum lintas negara menjadi harga mati demi menjamin keamanan dan ketenangan ibadah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
