Dampak dari fenomena “lost in trend” tidak hanya dirasakan oleh para konten kreator, tetapi juga oleh penonton atau audiens. Generasi muda sebagai pemakai utama konten digital cenderung mengonsumsi informasi secara cepat tanpa melalui proses refleksi yang mendalam. Hal ini sejalan dengan teori social learning dari Albert Bandura yang menyatakan bahwa individu belajar melalui pengamatan dan cenderung meniru perilaku yang dilihat. Ketika konten yang dikonsumsi bersifat dangkal dan repetitif, maka pola pikir yang terbentuk pun cenderung instan dan kurang kritis.
Contoh nyata yang berdampak yaitu pertama, terlihat dari banyaknya akun palsu di media sosial yang menggunakan foto orang lain tanpa izin demi menarik perhatian atau memperoleh pengikut. Kedua, penggunaan filter dan teknologi AI yang semakin marak di media sosial sering dimanfaatkan demi menarik perhatian publik dan mengejar viralitas. Akibatnya, sebagian kreator menjadi kurang menunjukkan kreativitas orisinal atau pribadi karena lebih bergantung pada teknologi dibandingkan ide yang dimiliki.. Tindakan tersebut menunjukkan rendahnya kesadaran etika digital dan kurangnya rasa tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
