Keputusan ini dipuji sebagai langkah maju dalam menjamin transparansi dan akuntabilitas peradilan, mengingat isu geothermal Poco Leok telah menjadi perhatian luas baik di tingkat lokal maupun nasional.

Aktivis Lingkungan Turun Tangan: Risiko Geothermal Dipaparkan di Ruang Sidang

Isu keselamatan ekologis menjadi perhatian utama dalam persidangan. Gres Gracelia, Divisi Advokasi WALHI NTT, menegaskan bahwa konflik geothermal Poco Leok bukan semata persoalan teknis energi, melainkan persoalan keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Menurut Gres, rencana pembangunan geothermal di Poco Leok dapat menimbulkan dampak lingkungan yang serius, seperti:

  • Kerusakan hutan dan hilangnya biodiversitas,
  • Risiko kebocoran gas beracun, seperti yang terjadi di Sorik Marapi dan Mataloko,
  • Ancaman gempa dan tanah longsor akibat aktivitas pengeboran,
  • Kontaminasi dan berkurangnya sumber mata air,
  • Gangguan pada ruang hidup masyarakat adat.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai bencana ekologis yang baru-baru ini terjadi di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat akibat salah kelola hutan harus dijadikan pelajaran penting.