fbpx
Informasi Terupdate Hari Ini

DIDUGA PJS. DIRUT PDAM KOTA KUPANG MELINDUNGI YKL-Cs

0 151

Kupang (faktahukumntt.com), Kuat dugaan Pjs. Dirut PDAM Kota Kupang, Marius melindungi Plt.  Yafet Kale Leo (alias Valen) cs yang diduga telah menggunakan fasilitas dan jabatannya untuk kepentingan kelompoknya. Bahkan hingga berita ini dinaikan yang bersangkutan masih menikmati jabatanya. Dugaan ini muncul saat tim mencoba mengkolaborasikan pernyataan antara Yafet, Marius dan pihak perusahaan via telepon seluler pada 04/10/18.

Yafet mengakui dirinya adalah Plt, Kasubag Perawatan, Perbaikan dan Perawatan Tehnik dalam keteranganya kepada tim investigasi bahwa benar dirinya yang mengerjakan pekerjaan pipa dari Novanto Center hingga Ruko, di jalan Monginsidi.

Ketika ditanya mengenai jabatan Plt yang di dapatkannya dari sang Direktur dirinya mengelak bahwa mengenai SK atau surat tugas dirinya tidak tahu.

Alasan dirinya mengerjakan pipa yang rusak karena dasar perintah dari Pjs Direktur utama secara lisan, alasan tersebut karena adanya desakan dari masyarakat dan Ombudsman sehingga ia melakukan hal pekerjaan tersebut.

“Yafet  mengakui bahwa ia menerima uang dari perusahaan namun dia lupa berapa besaran yang dia terima”. Penerimaan uang tersebut berdasarkan RAB yang ia buat untuk diajukan ke pihak perusahan.

Saat tim mendesak Pjs. Derektur PDAM,  terkait penerimaan uang yang diterima stafnya, dirinya tidak tahu tentang hal tersebut, namun dirinya mengakui bahwa ada sejumlah uang yang dibayar perusahaan untuk uang makan stafnya.

“Kalau benar uang makan? mengapa Staf anda menggunakan RAB yang dikeluarkan oleh PDAM” bukankah pihak perusahaan sudah mengakui bahkan sudah membayar Rp.37 Juta sekian itu murni sebagai biaya kerja sesuai dengan bukti pembayaran? Kalau itu saya tidak tahu, ungkap Marius.

Dalam kesempatan yang sama tim investigasi juga konfirmasi ke pihak perusahaan. Salah satu karyawaan mengakui bahwa, pihaknya telah membayar ke PDAM sebesar Rp.37.681.289,- sebagai total biaya kerja. berdasarkan RAB yang dibawah dan disodorkan oleh YKL.

Sedangkan berdasarkan hasil temuan ada beberapa RAB yang di buat oleh Yafet cs yang pertama dengan total Rp.32.791.000,- yang terdiri dari biaya material berjumlah Rp.22.791.000,- dan biaya pemasangan pipa, biaya pengelasan, serta biaya sewa mesin las HDPE (namun berdasarkan dokumentasi yang ada Yafet menggunakan gengset Kantor PDAM) sebesar Rp.10.000.000,-. sedangkan RAB yang lain, tertera jumlah biaya material Rp.41.937.370,- dengan biaya kerja Rp.13.000.000,- sehingga total RAB sebesar Rp.54.937.370,-.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya oleh faktahukumntt.com dan media NTTTerkini.com, bahwa Yafet telah menggunakan wewenang serta fasilitas dan personil milik kantor PDAM untuk memperkaya diri, karena uang tersebut tidak masuk ke Kas PDAM Kota Kupang. (RAB itu juga ditandatangani sendiri oleh kasubag itu dengan cap basah dari PDAM Kota Kupang. Bahkan biaya pengerjaan perpipaan yang rusak akibat perbaikan jalan itu diambil tidak sekaligus, tapi di cicil gunakan kuintansi yang keseluruhannya diambil oleh kasubag itu…Nttterkini.com/04/10/18).

Berdasarkan keterangan dari pihak perusahaan bahwa tidak ada kontrak kerjasama antara kedua belah pihak, kalau pun ada hal itu justru menyalahi aturan, karena tidak di benarkan PDAM bertindak sebagai anak buah dari pihak perusahaan kontraktor pemenang tender proyek dari Dinas PU Kota Kupang.

Hal ini berdasarkan keterangan dari pihak perusahaan bahwa pihaknya menyurati PDAM untuk mengawasi pipa-pia yang rusak akibat pelabaran jalan dan meminta pihak PDAM menghitung kerusakan yang ditimbulkan. Selanjutnya Yafet cs menawarkan diri dengan menyodorkan RAB yang telah dibuat tanpa sepengetahuan Pjs. Dirut yang di sertai biaya kerja.

“Pertanyaannya mengapa cap PDAM dapat digunakan oleh Yafet cs? Menurut Marius, cap tersebut hanya bisa di gunakan oleh dirinya sebagai Pjs. Dirut. Lantas siapakah oknum pejabat selain Marius yang punya kewenangan memberikan kuasa penggunaan cap tersebut???”

Sesuai dengang hasil investigasi, tim juga menemukan bukti dokumentasi keterlibatan dua oknum pejabat lainnya dalam pemanfaatan fasilitas dan peralatan PDAM Kota Kupang untuk kepentingan proyek tersebut. Kedua oknum tersebut di duga pejabat PDAM yang terlibat dalam pekerjaan tersebut yaitu AT sebagai Plt. Kabag Teknik dan RB sebagai Plt. Kasubag Perencanaan Teknik.

Saat di konfirmasi lewat hand phone Kepada wartawan Pjs. Direktur utama PDAM Kota Kupang, Marius R. Seran. S.E, mengatakan, terkait dengan penggunaan fasilitas dan aset Kantor oleh oknum Plt. Kasubag Perawatan adalah hal yang wajar.

“Menggunakan peralatan kantor untuk mengerjakan pekerjaan kantor wajar-wajar saja kan pak?” ungkap Marius.

Saat ditanya mengenai stafnya menggunakan peralatan kantor diduga untuk memperkaya diri, Marius mengelak. “makanya saya bilang akan ditelusuri, setelah ditelusuri dan di BAP dan semuanya setelah dapat faktanya, bahwa tidak ada indikasi seperti itu karena mereka kerjakan adalah pipa rusak milik PDAM Kota Kupang”, tegas Marius.

Terkait dengan pembiayaan yang diberikan oleh Perusahan kepada Plt. Kasubag Perawatan atas nama Yafet Kale Leo apakah bapak tahu? “saya tidak tau, tetapi kemarin waktu di telusuri baru kita dapat fakta bahwa 30an Juta pak konfirmasi ke rekanan biar clear” ungkapnya.

Dalam hal ini tim, sudah mengkonfirmasi ke rekanan bahwa pihaknya hanya menyurati PDAM untuk melihat kerusakan pipa akibat pelebaran jalan agar kerusakan pipa yang ada dapat diganti oleh perusahaan, namun tiba-tiba pihak PDAM datang membawa RAB…“kan begini mereka minta kita menghitung kerusakan pipa, waktu itu saya bersurat kepada mereka (perusahaan) supaya segera diperbaiki, jadi waktu itu mereka menghitung berapa totalan biaya material dan biaya kerja. sehingga menjadi 32 juta, material itu kita tidak beli, mereka (perushaan) pegang itu uang dan mereka sendiri yang beli dan mereka minta teman-teman kami, mereka kasi uang makan” ungkap Marius.

Bukankah pernyataan Bapak berbeda dengan pengakuan perusahaan. Pihak Perusahan menyatakan bahwa telah membayar ke PDAM atas nama Yafet sebesar 37 Juta… “makanya pak konfirmasi kembali ke rekanan apa betul dia bayar begitu supaya clear”, kata Marius.

Lanjut Marius, kemarin kita sudah telusuri tidak ada uang sebanyak itu yang masuk ke PDAM Kota Kupang dan teman-teman tidak terima itu, karena uang itu untuk pembelian material berdasarkan perhitungan RAB mereka terima, jadi bukan uang 37 juta dikasi ke teman-teman seperti itu.

Saat ditanya mengenai data yang dimiliki oleh tim investigasi tentang penerimaan uang sebesar 37 juta oleh Yafet, Direktur PDAM bersi-keras bahwa stafnya tidak menerima uang tersebut dan dirinya selalu mengatakan kepada tim investigasi kembali mengkonfirmasi  ke pihak perusahaan, dan tim sudah menjelaskan kepadanya bahwa sudah ada data rekaman antara tim dan pihak perusahaan.

Disini tim hanya mau menegaskan bahwa pihak perusahaan telah mengakui pembayaran kepada staf PDAM sebanyak 37 juta khusus Biaya kerja berdasarkan data dan rekaman yang dimiliki. (Tim Invetigasi)

 

 

Comments
Loading...