Informasi Terupdate Hari Ini

LSM PKBI Laksanakan Program Peduli Penghuni LAPAS Anak

0 85

Kupang (FaktahukumNTT.com), Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) merupakan salah satu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang sangat tua, telah berkiprah sejak tahun 1957 dan telah melayani daerah NTT serta Indonesia.

Selama ini PKBI bergerak di bidang hak kesehatan seksual dan reproduksi. Sasaran kegiatan adalah remaja. Saat ini, PKBI sedang melaksanakan Program Peduli di Lapas Anak Kupang.

Hal ini disampaikan oleh Gustano, Program Manager dari Program Peduli saat diwawancarai media di Lapas Anak Kupang, Rabu (20/2/2019).

Kami menjajal teman-teman atau kelompok yang masih diangggap terinklusi, belum diterima masyarakat. Jadi salah satunya tentang anak didik di LPKA, Lembaga Pembinaan Khusus Anak, yang bertujuan untuk menyemangati Andikmas (Anak Didik Khusus) yang ada di Lapas Anak Kupang.

“Kami menjalankan program ini hingga bulan Juli nanti dan akan melakukan kegiatan yang bertujuan untuk membangkitkan semangat anak. Setelah dia menerima diri kemudian ketika keluar memastikan bahwa masyarakat masih menerima dia kembali, jelas Gustano.

Sementara itu dalam hal psikologis, anak-anak didampingi oleh dua psikolog. Dua pembina tersebut telah hadir mendampingi sejak September 2018 lalu.

Riski Manafe, menyampaikan bahwa dari pemetaan hasil Assessment awal, banyak kebutuhan psikologis yang harus disasar. Assessment sendiri bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kepribadian anak, apa saja yang dibutuhkan anak, latar belakang keluarga, dan sebagainya. Saya bersama Ibu Marlin Benu diminta untuk mendampingi secara psikologis sejak bulan September 2018 lalu.

Dalam pendampingan itu kami melakukan banyak hal. Yang pertama, kami melakukan assessment, untuk memperoleh gambaran mengenai kepribadian anak, apa saja yang dibutuhkan anak, latar belakang keluarga, dan sebagainya. Setelah itu dipetakan dan ternyata banyak sekali kebutuhan psikologis yang harus kami sasar, jelas Manafe.

Manafe menjelaskan, kebutuhan psikologis yang disasar itu yakni soal penerimaan diri, pengelolaan emosi, dan keterampilan intrapersonal maupun interpersonal. Pada bulan ini difokuskan pada Intrapersonal, di sini anak diajak untuk lebih mengenal diri sendiri.

Lanjut Manafe, program pertamanya adalah Beta Sapa. Anak-anak dihantar untuk lebih mengenal diri sendiri. Dalam program ini juga dirancang sebuah lomba vocal grup. Uniknya, lirik lagu yang dinyanyikan diciptakan sendiri dan menceritakan suasana kehidupan mereka selama berada di Lapas. Ada 4 kelompok dan kemudian divoting oleh semua petugas dan Pembina. Ada dua kelompok yang memenangkannya.

Hasil karya tersebut, mereka bawakan di Gereja Koinonia. Itu merupakan bentuk terapi untuk berlatih kepercayaan diri mereka dan meyakinkan mereka bahwa mereka masih diterima oleh masyarakat luar, cerita Manafe.
Selain itu, dibuat pula berbagai permainan dari barang-barang bekas. Di sini, anak-anak diajak untuk membuat sesuatu menjadi berguna.
Ada pula program Beta Rasa. Beta Rasa sendiri lebih fokus kepada pengolahan emosi para anak didik. Merekapun diberi terapi berupa relaksasi, guna mengolah emosi anak-anak. Terapi tersebut, menurut Manafe, cukup berhasil.

Manafe menjelaskan, selama sepuluh bulan, kegitan ini rutin diadakan setiap hari Rabu. Selain itu, jika ada anak yang membutuhkan konsultasi pribadi pun tetap dilayani. Saat ini, anak-anak yang dibina PKBI di Lapas Anak Kupang berjumlah 30-an orang.

Menurut Psikolog, anak-anak antusias terhadap segala bentuk pembinaan yang diberikan oleh PKBI. Ada pula anak yang acuh terhadap pembinaan dan itu dipahami sebagai bagian dari karakter masing-masing anak.

Harapan saya untuk anak-anak, ketika mereka keluar mereka menjadi lebih baik dari diri mereka sendiri. Artinya, ada hal baik yang mereka terima selama mereka berada di Lapas ini. Mereka juga bisa memaafkan kesalahan mereka sendiri serta bisa melakukan sesuatu yang positif karena mereka masih dalam usia produktif untuk melakukan banyak hal saat keluar nanti, harap psikolog yang juga dosen pada Universitas Nusa Cendana ini.

Salah satu anak didik kepada wartawan menyampaikan kesannya atas program binaan PKBI ini. Ia merasa senang dengan kehadiran PKBI.

“Beta (saya, red.) senang dengan adanya program yang diadakan PKBI di tempat ini. Dulu sebelum ada program dari PKBI kegiatan yang ada hanya monoton saja. Setelah ada ini, banyak kegiatan yang bisa katong (kami, red.) lakukan. Katong merasa lebih semangat, ungkapnya.

Ia pun menyampaikan harapannya sesudah keluar dari Lapas ini. “Harapan beta yakni mau jadi yang terbaik. Apa yang beta dapatkan di sini bisa jadi beta punya pelajaran hidup sehingga beta tak jatuh ke dalam lubang yang sama”, harapnya.

Comments
Loading...