Informasi Terupdate Hari Ini

Kejaksaan Negeri Bajawa, Antara Menegakkan Keadilan dan Phobia Masa Aksi.

0 106

Bajawa-(faktahukumntt.com), Puluhan massa Aksi menyeruduk Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Bajawa pada, Senin (14/09) 2015 silam.
Mereka mendesak agar Lembaga berbaju Coklat itu segera menghentikan kriminalisasi terhadap sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nagekeo.

Ibarat pedang bermata dua, kala itu sejumlah Aparatur Sipil Negara begitu bersemangat mendukung upaya penegakan hukum terhadap pemberantasan korupsi di Kabupaten Nagekeo. Disisi lain, para Aparatur Sipil Negara itu menuding Kejaksaan Negeri Bajawa telah melakukan kriminalisasi dengan cara menakut-nakuti dan mempidanakan sejumlah ASN di Nagekeo seperti yang diserukan oleh Silvester Teda Sada, orator perwakilan ASN Nagekeo.

Demonstrasi ASN 3 tahun silam itu ternyata bermodus lain, aksi itu ternyata benar-benar membuat ingin menguji nyali Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa antara tetap menegakan hukum atau berurusan dengan masa aksi.

Masa Aksi yang terdiri dari sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Aktivis Mahasiswa dan masyarakat. Hadir juga saat itu, Julius Lawotan (Sekda Nagekeo), Thomas Koba (Kadis Perhubungan), dan Silvester Teda Sada,(sang Orator).

Didepan lensa kamera wartawan, semangat perlawanan nampak jelas dengan tampilan kepala berikat seutas pita merah. Demonstrasi itu merupakan reaksi atas sejumlah temuan kerugian negara yang sedang dilidik Kejari.
Belakangan terendus, motif keberingasan mereka lantaran mereka disebut sebut terlibat langsung dalam beberapa kasus yang juga sedang ditangani Kejaksaan Negeri Bajawa. Thomas Koba saat itu sedang diperiksa dalam kasus E-Goverment di Dinas Perhubungan Kabupaten Nagekeo.
Silvester Teda Sada, disebut terlibat dalam kasus
pembangunan Pembangkit listrik tenaga surya oleh Dinas Tata Kota Kabupaten Nagekeo. Sedangkan sang Sekretaris Daerah, Yulius Lawotan, saat itu sedang menyandang status Tersangka oleh Kejaksaan Negeri Bajawa dalam kasus alih fungsi lahan pembangunan Perumahan Malasera.

Hingga kini, mereka masih tak disentuh oleh Hukum. Kejaksaan Negeri Bajawa juga masih di selimuti Phobia masa aksi. (Patrianus Meo Djawa)

Comments
Loading...