Thomas juga menegaskan bahwa keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional sangat bergantung pada pendalaman pasar keuangan. Namun, pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan tata kelola yang kuat, termasuk penerapan kode etik yang disiplin.
“Semakin dalam dan berkembangnya pasar, diperlukan dukungan penerapan kode etik yang kuat guna menjaga integritas serta kepercayaan dalam aktivitas pasar,” tegasnya.
Dalam konteks ini, etika pasar tidak hanya berfungsi sebagai pedoman moral, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Pelanggaran etika, seperti manipulasi harga atau penyalahgunaan informasi, berpotensi merusak kepercayaan investor dan mengganggu mekanisme pasar.
Bank Indonesia mengajak seluruh pelaku pasar untuk mengimplementasikan kode etik tersebut secara konsisten dan penuh komitmen. Sinergi antara otoritas dan pelaku pasar dinilai menjadi kunci dalam membangun industri pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA) yang sehat dan kompetitif.
Langkah ini juga sejalan dengan target dalam Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (BPPU) 2030, yang menekankan pentingnya penguatan struktur pasar, peningkatan likuiditas, serta tata kelola yang berintegritas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
