Salah satu indikator yang menunjukkan stabilitas tersebut terlihat pada inflasi inti. Kelompok ini mencerminkan pergerakan harga yang relatif permanen karena dipengaruhi oleh faktor fundamental ekonomi, seperti permintaan domestik dan ekspektasi inflasi.
Pada Juni 2026, inflasi inti tercatat sebesar 0,23 persen secara bulanan, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,22 persen. Sementara secara tahunan, inflasi inti meningkat menjadi 2,76 persen dari sebelumnya 2,59 persen.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh masih tingginya harga sejumlah komoditas global. Namun, ekspektasi masyarakat terhadap inflasi dinilai tetap terkendali sehingga tidak menimbulkan gejolak harga yang berlebihan.
Di sisi lain, inflasi kelompok pangan bergejolak atau volatile food justru menunjukkan tren yang lebih terkendali. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan, lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 0,22 persen.
Komoditas seperti bawang merah, bawang putih, dan beras masih menjadi penyumbang tekanan harga akibat menurunnya produksi di daerah sentra, meningkatnya biaya transportasi, serta berakhirnya musim panen raya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
