Kenaikan harga pada kelompok makanan dan transportasi juga memiliki dampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah yang sebagian besar pendapatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian.
Di Kota Kupang, inflasi yang mencapai 4,02 persen menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi. Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi NTT, Kota Kupang memiliki aktivitas perdagangan dan distribusi yang lebih besar sehingga lebih rentan terhadap fluktuasi harga komoditas.
Sementara itu, inflasi yang lebih rendah di Kabupaten Timor Tengah Selatan menunjukkan adanya perbedaan pola konsumsi dan pergerakan harga dibandingkan wilayah perkotaan.
Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diharapkan terus memperkuat langkah stabilisasi harga, terutama menjelang periode peningkatan konsumsi masyarakat pada semester kedua tahun ini.
Penguatan pasokan pangan, optimalisasi distribusi antarwilayah, serta pengawasan harga komoditas strategis menjadi langkah yang dinilai penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
