Dalam terang ini, pembaruan tidak bisa dimulai dari retorika optimisme kosong. Ia harus diawali dengan pengakuan jujur bahwa ada cara hidup—dan cara membangun—yang telah usang. Model pembangunan yang eksploitatif, timpang, dan tidak berkelanjutan, pada akhirnya menciptakan luka yang lebih besar daripada manfaatnya.

Krisis energi dan iklim hari ini adalah “salib” zaman modern. Ketergantungan pada energi fosil tidak hanya memperparah kerusakan lingkungan, tetapi juga memperdalam ketimpangan. Ketika krisis datang, mereka yang paling rentan selalu menjadi korban pertama.

Pertanyaannya sederhana, tetapi mendasar: apakah kita masih akan mempertahankan sistem yang jelas-jelas melukai kehidupan?

Sabtu Sunyi: Transisi yang Tak Gemerlap
Namun jalan pembaruan tidak berhenti pada kesadaran. Ia bergerak ke fase yang paling sulit: Sabtu Sunyi. Sebuah ruang tanpa sorak, tanpa kepastian, bahkan tanpa jaminan keberhasilan.

Sabtu Sunyi adalah metafora dari kerja-kerja sunyi dalam pembangunan—perumusan kebijakan, pembangunan infrastruktur, penataan regulasi, hingga membangun kepercayaan lintas aktor. Ini adalah fase yang jarang mendapat sorotan, tetapi justru menentukan masa depan.
Di sinilah transisi energi berada hari ini.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.