“Kelemahan ini membuat aktivis mudah terjebak dalam kegiatan yang tidak substantif,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa untuk berkontribusi nyata bagi bangsa dan daerah, aktivis muda harus mampu membawa gagasan dan ide yang inovatif, bukan sekadar mempertontonkan diri di depan kamera.

Menatap Masa Depan

Kritik Amir terhadap situasi ini menjadi pengingat bagi generasi muda untuk kembali pada prinsip-prinsip idealisme yang kuat. Sebagai aktivis, mereka harus berani melawan arus dan tidak hanya menjadi ornamen dalam kontestasi politik.

“Aktivis harus menyadari bahwa mereka tidak hanya dihargai karena penampilan, tetapi lebih pada kontribusi yang nyata bagi masyarakat,” tegas Amir.

Dengan segala tantangan yang ada, masa depan idealisme aktivis muda di Kota Kupang akan sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk mengintegrasikan aspirasi rakyat ke dalam politik. Jika tidak, mereka mungkin akan terjebak dalam siklus pragmatisme yang tidak akan membawa perubahan yang berarti bagi masyarakat.

Kesimpulan

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.