Namun di balik senyum Muslih, keputusan membuka layanan pada hari libur mengundang pertanyaan: apakah ini sekadar “kesigapan administratif” atau indikator ketidakseimbangan antara layanan publik dan kesejahteraan pegawai?
Antusiasme warga jelas terlihat. Buah dari pemanfaatan aplikasi Sentuh Tanahku dan Antrian Online menjadi argumen kuat bahwa kebutuhan akan akses layanan pertanahan tak mengenal waktu. Proses alih media sertipikat yang diperkirakan selesai dalam 14 hari kerja kini bisa dipantau secara berkala melalui aplikasi.
Muslih menambahkan, “Saya daftar lewat Antrian Online, pas sampai langsung ke loket tanpa harus menunggu lama.” Integrasi teknologi dengan pelayanan publik ini memang memudahkan pencarian lokasi, nomor antrian, hingga status berkas secara real time.
Solo pengalaman positif ini memberi jawaban atas salah satu kritik klasik: pelayanan publik yang lambat dan berbelit. Namun, antusiasme warga musti dibaca lebih jauh — apakah layanan publik semestinya bergantung pada ekspektasi warga yang makin digital-savvy atau adopsi teknologi ini justru menutup sisi kelembagaan yang stagnan?
Kritik terhadap Tata Kelola Layanan Publik
Tempo pemerintahan membuka layanan saat libur bukan pertama kali terjadi. Namun, secara paradigmatik hal ini mengundang kritik tajam: apakah ini menandakan pelayanan publik yang responsif atau justru tekanan administratif tanpa arah strategis?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
