fbpx
Informasi Terupdate Hari Ini

PAMSIMAS Bantu Desa Amakaka Kabupaten Lembata

"Ambrosius Boyang Berharap Dukungan dari Pemdes dan Partisipasi Masyarakat".

0 20.610

FaktahukumNTT.com, LEMBATA

Ambrosius Boyang, Koordinator Kesewedayaan Masyarakat (KKM) desa Amakaka, kepada Media Faktahukumntt.com, membenarkan adanya serah terima Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata pada hari ini, Senin, 13 Juli 2020.

Untuk diketahui, PAMSIMAS adalah salah satu program yang dijalani oleh negara Indonesia tetapi atas dukungan Bank Dunia, dan program tersebut dilaksanakan di pedesaan atau daerah pinggiran.

Serah terima oleh Pejabat Pembuat Komitmen air minum, Satker Pelaksana Prasarana Pemukiman Nusa Tenggara Timur kepada Koordinator Kewasdayaan Masyarakat (KKM) desa Amakaka, secara resmi menandai adanya perjanjian kerja sama kedua belah pihak terhitung hari ini masa berlaku kerja 120 hari.

Kepada Wartawan FaktahukumNTT, Ambrosius Boyang mengatakan bahwa desa Amakaka bukan termasuk desa sasaran PAMSIMAS. Sebelumnya, ada dua desa yang menjadi pilihan PAMSIMAS untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Namun, salah satu desa di Lembata yang menjadi sasaran PAMSIMAS tidak memberi respon atas kerja sama itu. Maka, tersebutlah desa Amakaka menjadi pilihan PAMSIMAS.

Ia menambahkan bahwa respon masyarakat terhadap kegiatan ini sangat positif karena air minum merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi masyarakat. Boyang menambahkan walaupun dana dari pusat 234.500 juta tetapi masih dibutuhkan 13 juta dari desa Amakaka. Dan memang syarat desa penerima PAMSIMAS yakni harus memilki dana 13 juta. Uang tersebut akan disalurkan kembali untuk kepentingan desa.

Sebenarnya, dengung kerja sama ini sudah diterima sejak lama tetapi karena Covid-19 maka baru ada serah terima hari ini. Lebih lanjut, Boyang menjelaskan sumur yang akan digunakan adalah sumur milik mantan Bapak Kepala Desa, Lambertus Laba Raya Langobelen.

Lebih jauh, Ambrosius mewanti-wanti pertanyaan masyarakat akan adanya sumur bor dekat salah satu perumahan masyarakat yang sudah digali tetapi belum digunakan hingga saat ini.

“Pasti banyak masyarakat mempertanyakan sumur bor yang telah dibuat”, tukas Ambo.

Sambil menunggu proses pencairan jumlah uang tahap I, sebesar 93.800.000 rupiah, Ambrosius Boyang, selaku Koordinator Kewasdayaan Masyarakat (KKM) desa Amakaka berharap dukungan dari pemdes dan partisipasi dari masyarakat, agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan dan hajat hidup orang banyak.

Lebih jauh, Ia menambahkan bahwa setelah air bisa sampai ke bak resevoar dan sudah diserahkan ke pemerintah desa maka pemdes harus bisa secepatnya melanjutkan kegiaatan ini seperti instalasi jaringan ke setiap dusun agar airnya bisa didistribusikan kepada masyarakat. (*Yurgo Purab)

Comments
Loading...