Informasi Terupdate Hari Ini

FESTIVAL 1.001 KUDA SANDEL WOOD DAN TENUN IKAT

0 71

FHI-NTT, Festival 1.001 Kuda Sandel Wood di buka pada tanggal, 07 Juli 2018 di Lapangan Manda Elu, Waikabubak Sumba Barat dan pada tanggal, 12 Juli 2018, Festival Tenun Ikat akan dibuka di lapangan Pahlawan Waingapu.

Hal ini disampaikan oleh Dr. Marius Ardu Jelamu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT dalam jumpa pers pada hari Senin (02/07/2018) bertempat di Aula Dinas Pariwisata NTT terkait Parade 1.001 kuda sandel wood merupakan salah satu Brending Nasional yang dilaksanakan di Sumba-NTT.
Dalam keterangan persnya, Jelamu mengatakan bahwa kegiatan Festival tersebut Untuk tahun ini tidak dapat diikuti oleh Kabupaten Sumba Barat Daya, karena alasan keamanan yang mana pada tanggal 04 dan 05 Juli 2018 dilakukan rekapitulasi suara pemilihan bupati dan kita sudah mendapatkan surat dari Bupati Sumba Barat daya yang isinya permohonan penundaan festival tersebut, namun karena festival ini merupakan Brending Nasional dimana harus dijalankan sesuai dengan waktu yang sudah kita umumkan di Jakarta maka kita tetap melakukannya pada tanggal 07 Juli 2018 di Waikabubak.

“Kita akan menyelanggarakan parade kuda, mulai dari Sumba Barat Daya pada Tanggal, 07 Juli 2018 di Waikabubak, 11-12 Juli 2018 Di Sumba Timur namun, dan keputusan dan koordinasi saya dengan Gubernur NTT pada hari ini “tanggal 02 Juli 2018” bahwa Gubernur menyetujui untuk dilaksanakannya pada Sabtu, 07 Juli 2018 di Lapangan Manda Elu dan pada tanggal, 12 Juli 2018 Jam 9.00 wita, kita membuka festival tenun ikat di Lapangan Pahlawan Waingapu dan Jam 15.00 wita kita akan membuka Parade Kuda di padang Wala Kiri, Kelurahan Watu Baka, Kecamatan Pandawai ini di padang safana, karena parade ini dilakukan di padang safana salah satu ciri khas dataran Sumba yang membuat dia terpilih menjadi the most beautiful islands in the world salah satu pulau terindah didunia”, ungkap Jelamu.

Lanjut Jelamu, Tentunya saya harapkan dukungan dari masyarakat NTT, khususnya masyarakat daratan Sumba turut menyukseskan parade kuda yang dibuka pada hari sabtu di Waikabubak Sumba Barat, kemudian dilanjutkan di Waingapu.

Penyelenggaraan Festival Kuda Dan Tenun Ikat didaratan Sumba Barat dan Sumba Timur juga di padu dengan Tour Tanah Humba yang dilakukan oleh sekelompok anak-anak Sumba yang akan mendatangkan banyak orang ke Sumba untuk mengikuti tour, mereka akan menyinggahi tempat wisata sedaratan Sumba tanggal 11-15 Juli 2018. Saat itu juga mereka akan bergabung menyaksikan parade kuda dengan festival tenun ikat, tentu ini satu tontonan yang menarik dan tahun lalu dihadiri oleh Bapak presiden dan ibu Negara dan sejumlah menteri di Tambolaka, pada tahun ini parade yang sama kita akan lakukan dikota-kota sedaratan sumba khusus Waikabubak dan Waingapu.

Jelamu, harapkan agar masyarakat sedaratan Sumba  menjaga keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan domistik dan manca negara dan memastikan ketersedian makanan dan penginap yang cukup, saat sekarang wisatawan sudah memasuki sumba melalui Kupang dan sebagian dari Denpasar Waingapu atau Denpasar Tambolaka. Konsep sesuai dengan arahan Bapak Menteri Parawisata tetap memperhatikan koreografinya jadi parade itu terintegrasi dengan koregrafi yang indah dengan kuda berhias dan penunggangnya berpakaian adat sumba dan tetntu ini satu rengking yang luar biasa yang dimiliki oleh masyarakat daratan Sumba karena terkenalnya Sumba. (Papi.)

Comments
Loading...