Informasi Terupdate Hari Ini

JEJAK PETUALANGAN ANAK DESA

0 140

Kupang (FHI), Kata pepatah kuno, banyak berjalan pasti banyak melihat, pepatah ini patut diberikan kepada seorang anak desa yang cukup melanglang buana baik dalam negeri pun luar negeri. Desa nunjauh di sana, telah lahir seorang pria yang berperawakan kecil namun memiliki keahlian yang luar biasa dan  lincah dari sebuah kampung yang jauh dari hiruk pikuk keramain yang tak dikenang banyak orang hingga tak dapat dipandang dari jauh.

Di balik gunung Fatuleu yang cukup tersohor hingga ke manca Negara, datanglah dari sana seorang anak desa, desa pengandung mas 24 karat yaitu Desa Nunsaen kampung Naifalo, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang. yang mempunyai sejuta pengalaman dalam mengembangkan air bersih.

Dengan Moto; “Masyarakat Harus Sehat dulu baru bisa berpikir untuk mengembangkan diri dalam segala hal”. Dari pemikiran tersebut ia berkata, “bicara tentang kesehatan kalau tidak didukung dengan air bersih sama saja sia-sia”.

Dengan pemikiran sederhana tapi sangat berguna bagi kelangsungan hidup banyak orang, Pria Kelahiran  Naifalo, 19 Sepetember 1972. Teryata telah melakukan banyak hal, baik diluar dan dalam daerah. Anak muda yang  memiliki kemampuan dan keahlian tersebut dapat mengairi air dari bawah gunung keatas gunung tanpak menggunakan tenaga “listrik atau tenaga kincir”.

Dengan memiliki bakat yang luar biasa, membuat tim Fakta Hukum Indonesia tertarik ingin menggoreskan sedikit cerita hidupnya di Majalah Fakta agar pembaca dan pencinta Majalah Fakta Hukum Indonesia dapat mengetahuinya.

Di sela-sela  diskusinya dengan tim, pria tersebut sempat mengatakan, saya pernah mempertaruhkan pekerjaan saya dengan ahli air bersih dari jepang. Sang ahli dari Jepang, tidak yakin air dari bawah gunung dapat dibawah ke atas gunung untuk masyarakat dengan tidak menggunakan tenaga bantuan listrik. Sang pria ini menjawab singkat ‘baik Mr’, kalau memang demikan saya dipecat bila air tersebut tidak naik, janjinya.  “Siapa bilang air ini tidak naik mari kita buktikan dan saya mau bilang bahwa air ini naik di atas ketinggian ratusan meter tanpa menggunakan tenaga listrik dan tenaga kincir”. Sang pria tersebut dapat membuktikannya hingga ia ditawarkan untuk bekerja sama, namun karena cinta akan tanah kelahiranya ia menolak dan ingin membangun daerahnya sendiri.

Pria tersebut bernama : Ebenhearts Alxiator Heryanix Nufninu, yang biasa diasapa “Eben/sang penyecuk”. Ia mengawali pendidikan dasar di SDN Nonbaun 1986 Desa Nonbaun Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Setelah tamat SD melanjutkan ke SMP Kristen Gamaliel Kupang 1989, STMN-2 Kupang Tahun 1992, dan Tahun 1998 melanjutkan kuliah Jurusan Akademik Teknik Kupang Jurusan Teknik Sipil, dan bila tidak ada aral dan rintangan sang penyecuk pada bulan Desember 2018 akan menyelesaiakan S1 jurusan Teknik Sipil di Politeknik Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Kupang.

Mengawali karirnya sejak : 1998-2001 bergabung dengan Konsultan Perencanaan Jalan dan Jembatan PT. Buana Archicon sebagai Side Enginer. Tahun 2002-2003 bergabung pada Program Pengembangan Kecamatan (PPK), dengan wilayah tugas Kecamatan Fatuleu, dan Kecamatan Sabu Raijua Kabupaten Kupang. Posisi sebagai  Oxfam-GB Publik Health Enginer, Tearfund Posisi Senior Publik Health Enginer. WVI Posisi Technician. PAMSIMAS  Tim Fasilitator Masyarakat Water Suplly and Sanitation.

Dengan sejuta pengalaman dan keahlian yang ia miliki, Sang Penyecuk kini menepati janjinya, dan kembali mengabdi kepada tanah leluhurnya dengan mengandeng lembaga yang bersama-samanya selama ini untuk membangun daerah kelahirannya. ”Dulu saya bangun daerah orang, sekarang saya mau bangun daerah saya sendiri dengan pengalaman dan keahlian yang sudah saya miliki saat ini, sebab di tanah leluhur saya basaudara dan orang tua saya dikampung susah air bersih”.

Ada beberapa daerah binaan yang saat ini berpusat di wilayah Kabupaten Kupang. Pertama, Kecamatan Fatuleu Barat, Desa Tuakau (perpipaan), kedua, Kecamatan Fatuleu, Desa Oebola (perpipaan sistem pompa rum pump), Desa Ekateta (perpipaan), Desa Kiuoni (sumur dan perpipaan). Ketiga, Kecamatan, Fatuleu Tengah, Desa Nunsaen (perpipaan), Desa Oelbiteno (perpipaan) Desa Passi (perpipaan), Desa Nonbaun (perpiaan). Keempat, Kecamatan Takari, Desa Tuapanaf (perpipaan). Kelima, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Deda Muke (perpipaan), Keenam, Kecamatan Sulamu, Desa Oeteta (perpipaan). Ketujuh, Kecamatan Semau, Desa Batuinan (perpiaan).8. Kecamatan Semau Selatan, Desa Uiboa.

Harapan Eben, dengan pembangunan air bersih yang sudah ada saat ini dapat membantu masyarakat sehingga tidak perlu lagi mereka mencari air hingga berkilo-kilo dan bila musim kemarau tiba mereka tidak susah lagi seperti dulu dan bila Tuhan berkenan saya inggin semua wilayah di Kabupaten Kupang dapat terari air bersih. Dengan adanya beberapa titik yang sudah ada ini dapat menjadi suatu contoh untuk desa-desa yang lain.(FHI-Tim)

 

 

Comments
Loading...