Selain dipengaruhi oleh mekanisme dopamin, rasa sakit akibat situationship juga berkaitan dengan waktu berakhirnya hubungan tersebut. Banyak hubungan tanpa status berakhir ketika kedua pihak masih berada dalam fase paling menyenangkan dari proses pendekatan.

Dalam psikologi hubungan, tiga bulan pertama sering disebut sebagai periode transisi antara fase ketertarikan intens dan fase keterikatan emosional yang lebih dalam. Pada tahap ini, seseorang mulai menginginkan kepastian mengenai arah hubungan.

Ironisnya, permintaan kejelasan status sering kali menjadi titik akhir dari hubungan itu sendiri.

Karena berakhir saat masih berada dalam fase romantis, banyak orang belum sempat melihat kekurangan, kebiasaan buruk, atau sisi realistis dari orang yang mereka sukai. Yang tersisa justru gambaran ideal dan harapan mengenai masa depan yang belum pernah benar-benar terjadi.

Menurut Brock, manusia secara alami sulit menerima ketidakpastian. Ketika informasi yang tersedia tidak lengkap, otak cenderung mengisi kekosongan tersebut dengan asumsi, harapan, dan skenario yang dianggap paling menyenangkan.