Program tersebut dinilai menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang masih menghadapi persoalan kemiskinan dan keterbatasan akses terhadap hunian yang layak.
Namun demikian, Melki menegaskan bahwa peluang besar tersebut hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah daerah mampu menyediakan data penerima yang akurat dan lengkap.
Ia mengungkapkan bahwa hingga rapat terakhir bersama balai pemerintah pusat, jumlah data calon penerima yang telah masuk dan diverifikasi baru mencapai sekitar 3.000 rumah dari seluruh wilayah NTT.
Jumlah itu dinilai masih jauh dari target kebutuhan yang disiapkan pemerintah pusat.
“Padahal pemerintah pusat siap memberikan dukungan yang jauh lebih besar. Karena itu kita membutuhkan kerja cepat dari seluruh pemerintah daerah untuk memastikan data penerima segera diselesaikan,” ujarnya.
Gubernur menekankan bahwa pemerintah saat ini bekerja berdasarkan data yang valid dan terukur. Oleh sebab itu, proses pendataan menjadi faktor paling penting dalam menentukan keberhasilan program bantuan rumah layak huni.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
