Menurutnya, setiap individu dituntut untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kehidupan dari waktu ke waktu. Prinsip tersebut juga relevan diterapkan dalam tata kelola pemerintahan.
“Barang siapa yang hari ini lebih baik daripada hari yang lalu, maka dia termasuk orang yang beruntung,” tuturnya.
Menteri Nusron menjelaskan bahwa semangat perbaikan berkelanjutan harus menjadi landasan dalam setiap pengambilan kebijakan publik. Pemerintah, kata dia, tidak boleh merasa paling benar, melainkan harus terus membuka ruang koreksi agar kebijakan yang dihasilkan semakin efektif menjawab kebutuhan masyarakat.
“Karena saya mau beruntung, maka kebijakan-kebijakan saya itu harus lebih baik,” tambahnya.
Kegiatan KOPDAR Bareng Mas Dar juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai narasumber, di antaranya Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko.
Dialog yang berlangsung interaktif tersebut sempat berjalan sekitar 30 menit sebelum akhirnya dihentikan karena situasi forum menjadi kurang kondusif. Meski demikian, penyelenggaraan kegiatan tetap menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai demokrasi, kebangsaan, serta implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
