Informasi Terupdate Hari Ini

MAKNA REVOLUSI MENTAL

0 108

(BAGIAN III)

Oleh : Drs. P. Pieter Djoka, M.T. “Orang Kampung dari Detusoko”
Widyaiswara Ahli Madya”

FaktahukumNTT.com, OPINI
Ketika Aku muda … aku ingin mengubah seluruh dunia.Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh duni ini.Maka aku putuskan untuk mengubah negaraku saja.
Ketika aku sadar aku tak bisa mengubah negaraku… aku mulaiBerusaha mengubah kataku.Ketikja aku semakin tua… aku sadario tidak mudah mengubah kataku. Maka
Aku mulai mengubah keluargaku.Ketika aku semakinrenta… akupun tak bisa mengubah keluargaku.Ternyata aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa kuubah adalah….
Diriku sendiri.Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku mermubah diriku sejak dahulu,Aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku.Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan akupun bisa mengubah seluruh dunia.

• Revolusi mental merupakan suatu gerakan seluruh masyarakat (pemerintah & Rakyat) dengan cara yang cepat untuk mengangkat kembali nilai-nilai strategis yang diperlukan oleh Bangsa dan Negara untuk mampu menciptakan ketertiban dan kesejahteraan rakyat sehingga dapat memenangkan persaingan direa globalisasi.
• Revousi mental dapat diartikan juga sebagai gerakan mengubah cara pandang, pikiran, sikap dan perilaku setiap orang untuk berorientasi pada kemajuan dan kemodernan sehingga Indonesia menjadi Bangsa yang besar yang mampu berkompetensi dnegtan bangsa0-bangsa di dunia.

Visi & Misi Pemerintahan Jokowi – JK

Visi :
“Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”

Misi :
1. Mewujudkan kemanan Nasional yg mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim & mencerminkan kepribadian Indonesia sbg negara kepulauan.
2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membantu tata kelolah Pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegak hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing dipasar internasional.
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor strategis ekonomi domestik.

Agenda Prioritas(NAWA CITA)

1. Menghadirkan kembali Negara utk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pd seluruh warga negara.
2. Membuat Pemerintah tidak absen dgn membangun tata kelola Peemerintahan yg bersih,efektif,demokratis,dan terpercaya
3. Membangun Indonesia dr pinggiran dg memperkuat daerah2 dan Desa dlm kerangka negara kesatuan
4. Menolak negara lemah dg melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yg bebas korupsi,bermartabat dan terpercaya
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional
7. Mewujdkan kemandirian ekonomi dg menggerakan sektor2 strategis ekonomi domestik.
8. Melakukan revolusi karakter bangsa.
9. Memperteguh ke-bhineka-an dan memperkuat retorasi Indoensia.

RPJMN 2015-2019,Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015

I. RPJM 2015-2019 merupakan visi, misi dan agenda prioritas (Nawa Cita) Presiden RI dengan menggunakan Rancangan Teknokratik yang telah disusun Bappenas dan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2015-2019.
II. RPJMN berfungsi untuk menjadi pedoman Kementrian/Lembaga dalam menyusun :
• Rencana Strategis
• Pedoman pemerintah dan menyusun RKP
• Acuan dasar dalam pemantauan dan evaluasi RPJM Nasional
III. Buku II RPJM Point F.Kebudayaan
1) Penguatan karakter dan jati diri Bangsa
2) Peningkatan Apresiasi Seni dan Kreativitas Karya Budaya
3) Pelestasrian Nilai-Nilai Sejarah dan Warisan Budaya
4) Peningkatan Promosi, Diplomasi dan Pertukaran Budaya
5) Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan

Penguatan karakter dan jati diri bangsa

o Karakter yang diharapkan (UU RPJPN 2015-2019) : Tanggguh, Kompetetif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, patriot, dinamis, berbudaya, dan berorientasi Iptek berdasarkan Pancasila dan dijiwai oleh Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
o Pemahaman terhadap sejarah, nilai-nilai luhur budaya bangsa menjadi landasan untuk memperkuat kehidupan yang harmonis. Hal tersebut merupakan salah satu upaya revolusi mental untuk memperkuat karakter dan jatidiri bangsa.
o Revolusi mental merupakan bentuk strategi kebudayaan yang berperan memberi arah bagi tercapainya kemaslahatan hidup berbangsa bernegara.

Tiga Masalah Pokok Bangsa

1. Merosotnya wibawa Negara
2. Lemahnya sendi perekonomian bangsa
3. Intoleransi dan krisis kepribadian bangsa

Konteks Historis

• Dalam perjalanan revolusi mental sejarah Indonesia gagasan revolusli mental tidak dapat dipisahkan dari Presiden Soekarno. Sebagai pencetus dan pengonsepnya, gagasan revolusi mental mulai dikumandangkan Bung Karno pada Tahun 1957. Soekarno memandang saat itu revolusi nasional Indonesia sedang “mandek” padahal tujuan revolusi belum tercapai.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan revolusi itu mandek :

1. Penurunan semangat dan jiwa revolusioner para pelaku revolusi baik rakyat maupun pimpinan nasional.
2. Pemimpin politik masa itu masih mengidap penyakit warisan kolonial seperti “hollands denken” atau gaya berpikir penjajah Belanda.
3. Penyelewengan dilapangan ekonomi, politik dan kebudayaan

SUKARNO
“Revolusi Mental merupakan satu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala”

JOKO WIDODO
“Untuk lebih memperkokoh kedaulatan, meningkatkan daya saing dan mempererat persatuan bangsa kita perlu melakukan Revolusi Mental”.
Etos kerja

Etos kerja merupakan paradigma yang memuat semangat mulia, nilai-nilai luhur dan moralitas unggul yang mewujud menjadi seperangkat perilaku kerja positif, seperti bekerja benar, dan jujur, bekerja tulus dan ikhlas, bekerja hemat dan cermat, bekerja Nisalah dan Nirboros. Sinamo (2014).
etos kerja, daya saing, optimis, inovatif dan produktif

Tujuan revolusi mental

1. Mengubah cara pandang, pikir, sikap, perilaku dan cara kerja yang beroerientasi pada kemajun dan kemodernan sehingga Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain didunia.
2. Membangkitkan kesadaran dan membangun sikap optimisitik dalam menatap masa depan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan besar untuk berprestasi tinggi, produktif dan berpotensi menjadi bangsa maju dan modern dengan fondasi tiga pilar Trisakti.
3. Mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkeprpibadian yang kuat melalui pembentukan manusia Indonesia baru yang unggul mengedepankan nilai-nilai integritas, kerja keras dan semangat gotong royong.

Delapan prinsip revolusi mental

1. Bukan Proyek Tapi Gerakan Sosial.
2. Ada tekad politik untuk menjamin kesungguhan pemerintah.
3. Harus bersifat lintas-sektoral, tidak boleh diserahkan pada kementerian tertentu
4. Bersifat partisipatoris (kolaborasi pemerintah, masyarakat sipil, sektor privat, dan akademis).
5. Diawali program pemicu (value attack).
6. Desain program harus ramah pengguna (User Friendly), populer, menjadi bagian dari gaya hidup dan Sistemik-Holistik.
7. Nilai-nilai yang dikembangkan bertujuan mengatur kehidupan sosial (moralitas penduduk).
8. Dapat diukur dampaknya.

Integritas  konsisten dan sesuai antara apa yang dipikirkan, apa yang dibicarakan, dan apa yang diperintahkan dalam perspektif etika dan kejujuran.

Integritas revolusi mental dalam nilai-nilai integritas :

1. Memegang teguh komitmen dalam bekerja sesuai visi, misi dan tujuan lembaga.
2. Menjalankan wewenang dan tanggungjawab dengan baik, sehingga pihak lain tidak dirugikan.
3. Memiliki integritas, konsisten antara pikiran, perkataan dan perintah.
4. Teguh dan tegas serta brpegang pada aturan dan nilai moral.
5. Menegakan disiplin.
6. Berdedikasi, loyal, ikhlas dan rela berkorban didalam pekerjaan dan kehidupan.

Etos kerja  sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilai budaya terhadap kerja.

integritas revolusi mental dalam nilai-nilai etos kerja :

1. Bekerja ikhlas dan jujur.
2. Bekerja profesional dan kompeten.
3. Bekerja kreatif dan peka.
4. Mempunyai jiwa kepemimpinan dan motivator didalam bekerja.
5. Bekerja cepat dan tepat sasaran.
6. Bekerja dengan pemikiran rasional dan kecerdasan emosional.
7. Berani dan arif dalam mengambil keputusan.
8. Bekerja dengan tekun dan sabar.
9. Bersikp adil dan terbuka.

Ciri-ciri orang Indonesia(MOCHTAR LUBIS)

 hipokrit (munafik).
 senang berpura-pura, lain dimuka lain dibelakang.
 suka menyembunyikan yang dikehendaki karena takut mendapatkan ganjaran yang merugikan dirinya.
 segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, putusannya dan pikirannya.
 suka mengalihkan kesalahan atau kegagalan kepada orang lain.
 berjiwa feodalis.
 senang memperhambah pihak yang lemah, senang dipuji, serta takut dan tidak suka dikritik.
 percaya kepada takhyul, senang mengkeramatkan sesuatu.
 berjiwa artistik dan sangat dekat dengan alalm.
 mempunyai watak yang lemah serta kurang kuat mempertahankan keyakinan sekalipun keyakinan itu benar.
 suka meniru.
 kurang sabar, cepat cemburu dan dengki.

Menurut Napoleon Bonaparte, dalam pertempuran atau sebuah persaingan, tiga perempat fakator kemenangan ditentukan kekuatan karakter dan relasi personal, sementara seperempat lagi oleh keseimbangan antara keterampilan manusia dan sumber daya material.

keterkaitan antara mental dan karakter :
fisik, spiritual, mental, interaksi sosial  karakter  kepribadian

Strategi internalisasi 3 nilai revolusi mental
I. Jalur Birokrasi
melalui internalisasi 3 nilai revolusi mental mulai dari birokrat, lembaga pendidikan, kelompok masyarakat, swasta, sampai keseluruh lapisan masyarakat.
a) melalui seluruh kegiatan pelatihan (capacity building) yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah.
b) melalui program-program nyata k/l baik infrastruktur maupun bansos.
II. Jalur Pendidikan
memperkuat kurikulum pendidikan untuk membangun integritas, membentuk etos kerja keras dan semangat gotong royong.
III. Jalur swasta/ pengusaha
1. memperkuat kemitraan antara pengusaha kecil dengan pengusaha besar.
2. insentif pengurangan pajak bagi pengusaha indonesia yang mengembangkakn produk lokal inovatif.
3. instruksi presiden kepada pengusaha media untuk berkolaborasi mempromosikan revolusi mental (pemasangan iklan, iklan produk, in-line text)
4. mendukung inisiatif usaha kecil menengah membuka pasar/ sentra yang menjual produk lokal yang inovatif, kreatif dan harga terjangkau.
5. pengembangan lembaga keuangan mikro di desa.

Perombakan :
cara berpikir + cara kerja + cara hidup

Indikator keberhasilan Revolusi Mental
1. Kepuasan warga terhadap pelayanan publik meningkat
2. Standar pelayanan publik meningkat
3. Kualitas produk dan konsumsi meningkat
4. Daya saing produk lokal meningkat
5. Kerukunan warga meningkat
6. Perlibatan warga meningkat
7. Kerjasama dan partisipasi dalam pembangunan meningkat
8. Kualitas warga meningkat
9. Kepercayaan diri meningkat

UBAHLAH PIKIRAN ANDA
Puisi-3

Bila Anda mengubah Pikiran anda  Anda merubah Keyakinan diri Anda
Bila Anda mengubah Keyakinan Anda  Anda memngubah Harapan Anda
Bila Anda mengubah Harapan Anda  Anda mengubah Sikap Anda
Bila Anda mengubah Sikap Anda  Anda mengubah Tingka Laku Anda
Bila Anda mengubah Tingka Laku Anda  Anda mengubah Kinerja Anda
Bila Anda mengubah Kinerja Anda  Anda mengubah Nasib Anda
Bila Anda mengubah Nasib Anda  Anda telah mengubah Hidup Anda

Gerakan revolusi mental di kampung
 Revolusi Mental : Kampung Makmur, Masyarakat Sejahtera.
 Reavoluis Mental : mari Bergotong Royong, Membangun Kampung.
 Revolusi Mental : Ayo Gotong Royong Bangun Kampung.
 Revolusi Mental : Mari Kerja Keras Bangun Kampung.

“Jika akan melakukan perubahan…… mulailah dari
diri sendiri”,sekian dan terima kasih

Daftar Pustaka
1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaga Negara Republik Indoensia tahun 2014 Nomor 6, Tammbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);
2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lemabaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lemabaga Republik Indonesia Nomor 5587);
4. Peratur an Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Paraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Berseumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558);
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Perubabhan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 Tentang Dana Desa yang Barsumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 88, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5694);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 201`7 Nomor 63,, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6737);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5041);
10. Peraturan Menteri Dalam negeri Republik Indonesia Nomor 113 Rahun 2014 tentang Pengelolaan KEUangan Desa;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri.

Comments
Loading...