Penulis : Yurgo Purab

Oleh: Penulis Gallyh Wardhana, Kasi Bank KPPN Kupang

Kegiatan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Transformasi Digital dan Pendataan Lengkap KUMKM Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) pada awal tahun 2022 lalu, Presiden Jokowi meminta agar Indonesia tak boleh hanya jadi penonton di tengah masifnya perkembangan ekonomi digital.

“Momentum saat ini tepat untuk dimanfaatkan lebih banyak lagi UMKM transformasi digital, mengisi marketplace, dan menjadi bagian dari rantai pasok agar UMKM naik kelas,” ucap Presiden dalam arahan beliau pada pembukaan Rakornas tersebut.

Lebih lanjut Presiden Jokowi berpesan bahwa Pemerintah Pusat hingga daerah, para menteri maupun BUMN, agar anggaran harus difokuskan untuk membeli produk dalam negeri utamanya, yang diproduksi oleh UMKM Tanah Air (https://www.portonews.com/).

Mengapa UMKM Harus Didukung?

Sederet alasan mengapa usaha mikro, kecil dan menengah harus didukung untuk bisa “naik kelas” sebagaimana arahan Bapak Presiden. Alasan utama adalah UMKM di Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Ini didukung dengan data Kementerian Koperasi dan UKM (https://kemenkopukm.go.id/) yang menunjukkan bahwa kontribusi usaha mikro, kecil dan menengah terhadap pertumbuhan ekonomi sisi Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan (Produk Domestik Bruto – PDB Lapangan Usaha ADHK) secara nasional dari tahun 2018 dan 2019 sebesar 57,24% dibandingkan dengan Usaha Besar. Dan berdasarkan data yang sama menunjukkan bahwa kontribusi UMKM dalam PDB Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku sebesar 61,07% di tahun 2018 dan sedikit menurun sebesar 60,51% di tahun 2019. Dengan kontribusi terhadap pembentukan PDB nasional yang di atas 50%, menunjukkan bahwa UMKM sangat memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.