Pidato Presiden Prabowo menunjukkan bahwa stabilitas tersebut tidak datang secara kebetulan. Pemerintah memilih melakukan reformasi yang mendasar, salah satunya melalui pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai sovereign wealth fund nasional yang mengonsolidasikan aset negara dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dengan nilai aset yang diproyeksikan mencapai lebih dari USD1 triliun, Danantara bukan hanya menjadi instrumen investasi, tetapi juga simbol transformasi tata kelola kekayaan negara. Pengelolaan aset secara profesional akan memberikan ruang yang lebih besar bagi Indonesia untuk membiayai pembangunan tanpa bergantung secara berlebihan pada pembiayaan eksternal.

Yang lebih menarik adalah keberanian pemerintah melakukan restrukturisasi BUMN secara besar-besaran. Penyederhanaan jumlah entitas BUMN dari sekitar 1.077 menjadi di bawah 830, dengan target maksimal sekitar 350 entitas, menunjukkan bahwa efisiensi kini menjadi agenda utama pemerintahan.

Langkah tersebut menghasilkan penghematan biaya operasional hingga sekitar Rp50 triliun melalui penyederhanaan organisasi, efisiensi manajemen, pengurangan biaya rapat, sewa gedung, hingga penataan jabatan direksi dan komisaris.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.