fbpx
Informasi Terupdate Hari Ini

PLUT NTT Siap Bentuk Koperasi Kelor

0 113

NTT (faktahukumntt.com), Galery Pusat Layanan Terpadu (PLUT) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  ke depannya akan memperbesar komposisi produk-produk “Kelor” bahkan dalam waktu dekat akan mendirikan Koperasi Daun Kelor.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat membuka acara launching Juragan Kelor di Halaman Kantor PLUT NTT menyampaikan bahwa PLUT NTT perlu menyediakan ruang yang lebih besar untuk kelor bahkan menyarankan agar tenun ikat tidak perlu lagi ada di galery PLUT NTT (28/10/18).

Hal ini dikatakan Gubernur saat melihat ada prodak tenun ikat yang ada di galery PLUT NTT beserta produk berbagai jenis makanan ringan lainnya termasuk prodak kelor. Atas anjuran dari Gubernur NTT tersebut bagi Yeremias hal itu tidak masalah.

“Kan tadi sudah disampaikan Gubernur agar prodak tenun-ikat tidak perlu sehingga lebih banyak ruang untuk galery kelor”, ungkap Yeremias R. A. Manu, STP.MM, Pengelolah KUMKM Provinsi NTT kepada Awak Media.

Menurut Yeremias, PLUT merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat  dalam hal ini Kementrian Koperasi sejak tahun 2014 hingga 2018 sehingga baik fisik bangunan pun konsultan semuanya dari pusat. Sedang tahun 2019 semua diserahkan kepada Pemerintah Daerah, itu artinya semua program kerja dari PLUT ini tergantung sepenuhnya kepada Pemerintah Provinsi NTT.

“PLUT itu bantuan Pemerintah Pusat, semuanya dari pusat dan Beta satu-satunya orang yang dipercaya sebagai Manejer berstatus Pegawai Negeri sedangkan yang lainnya dari pusat. Nah, tahun 2019 nanti off dan diserahkan ke Pemda sehingga pemda mau bikin apa itu terserah pada Pemda”, kata Yeremias.

Tugas PLUT adalah tetap mencoba untuk mencari ruang agar KUMKM lebih leluasa untuk jual Prodak, ikut training agar pengembangannya ke depan lebih baik lagi. Dalam waktu dekat PLUT akan bekerja sama dengan JNE dalam hal pengemasan prodak.

Mengenai ide adanya Juragan Kelor menurut Yeremias, hal itu lahir dari ide Gubernur NTT untuk mengembangkan Daun Kelor salah satu solusi mengatasi kemiskinan di Provinsi NTT, yang mana sudah mulai didengungkan sejak masa Kampanye Pilgub dan saat ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Oleh karena itu kami berpikir keras untuk menjawab ide tersebut dengan melahirkan 10 Program Kegiatan Bimbingan Teknis bagi pengelolah Kelor. Bahkan dalam waktu dengan kami akan membentuk suatu wadah bagi pengelolah Kelor/juragan kelor yakni Koperasi Daun Kelor.

“Tadi sudah diarahkan Kepala dinas agar segera dibentuk Koperasi Daun Kelor di Provinsi NTT”, sebut Yeremias. (Mariani)

 

 

Comments
Loading...