Menurut keterangan yang diperoleh redaksi dari dokumen proyek, perhatian utama adalah memastikan proses pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang mampu menahan kondisi cuaca tropis dan beban lalu lintas lokal.

Kunjungan Ayodhia dan Benyamin bukan hanya untuk melihat lokasi, tetapi juga membahas mekanisme penganggaran, teknis pelaksanaan, dan pengawasan. Ayodhia menegaskan, anggaran miliaran rupiah ini harus digunakan dengan transparan dan menghasilkan pekerjaan berkualitas yang tahan cuaca ekstrem serta beban lalu lintas wilayah.

“Kita ingin memastikan jalan ini bukan hanya bagus saat diresmikan, tetapi juga bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Benyamin menambahkan, kedua ruas tersebut memiliki urgensi tinggi karena kerusakan yang parah kerap menghambat mobilitas dan distribusi hasil pertanian maupun kelautan.

“Infrastruktur yang baik akan mempercepat arus barang dan jasa, sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” katanya.

Kehadiran pejabat pusat di lapangan memberikan sinyal penting: anggaran bukan hanya angka di atas kertas, tetapi juga kewajiban memastikan kualitas pelaksanaan dan transparansi penggunaan dana publik. Namun hingga pemberitaan ini diturunkan, belum ada rilis resmi yang memuat jadwal pelaksanaan rinci atau nama rekanan pelaksana proyek.

Dampak langsung bagi masyarakat Alor

Perbaikan ruas Kalabahi–Kokar dan Watatuku–Mataraben punya potensi dampak langsung bagi beberapa sektor:

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.