Di desa-desa 3T yang akan menjadi lokasi pengabdian mahasiswa, edukasi mengenai Rupiah masih memiliki relevansi yang tinggi, terutama dalam mendorong masyarakat agar semakin memahami fungsi, nilai, dan pentingnya menjaga kualitas uang yang beredar.

Kompetisi PeKA Rupiah Jadi Terobosan Baru

Sebagai tindak lanjut dari pembekalan tersebut, BI NTT juga menginisiasi Kompetisi PeKA Rupiah TAPUTAR DESA NTT yang akan dilaksanakan untuk pertama kalinya pada tahun 2026.

Program ini dirancang untuk mendorong mahasiswa KKN menjadi agen edukasi Pelindungan Konsumen dan CBP Rupiah di desa-desa 3T. Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menerjemahkannya dalam bentuk kegiatan edukatif yang kreatif, aplikatif, dan mudah dipahami masyarakat.

Inisiatif ini menjadi terobosan baru dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan karena melibatkan mahasiswa sebagai aktor utama perubahan sosial di tingkat akar rumput.

Bank Indonesia berharap berbagai materi yang telah diberikan selama pembekalan dapat disebarluaskan kepada masyarakat melalui pendekatan yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik desa setempat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.