Kemudahan akses informasi tersebut dinilai mampu mengurangi kesenjangan persepsi antara masyarakat dan birokrasi. Masyarakat tidak lagi datang dengan asumsi negatif, melainkan dengan persiapan yang matang. Hal ini pada akhirnya turut mempercepat proses layanan di kantor pertanahan dan meningkatkan kualitas interaksi antara petugas dan pemohon.
Meski mengapresiasi kemajuan layanan yang telah dirasakan, Dewi berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan diperluas, terutama untuk wilayah-wilayah yang masih menghadapi persoalan administrasi pertanahan. Ia menilai masih terdapat tantangan seperti sertipikat ganda dan tumpang tindih kepemilikan, khususnya di daerah yang belum sepenuhnya terpetakan secara sistematis.
“Pelayanannya sudah bagus. Ke depan mungkin bisa diperluas lagi jangkauannya, terutama ke daerah-daerah yang administrasi pertanahannya belum rapi. Karena masih ada masalah seperti sertipikat ganda atau tumpang tindih,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Mardiantoro, pengunjung lainnya. Ia menilai keterbukaan informasi layanan pertanahan yang dilakukan ATR/BPN saat ini jauh lebih komunikatif dan mudah dipahami dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, bahasa layanan yang sederhana dan tidak berbelit memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
