Sementara itu, intelijen Rusia (SVR) menyebutkan bahwa konflik ini berpotensi berkembang menjadi krisis global jika pihak-pihak eksternal, khususnya Amerika Serikat, memutuskan untuk turun langsung ke medan perang.
“Amerika harus memahami bahwa segala bentuk campur tangan langsung akan dianggap sebagai agresi terhadap stabilitas kawasan,” ungkap kepala SVR, Sergei Naryshkin.
Diplomasi atau Perang Besar?
Di tengah gejolak ini, komunitas internasional menyerukan penghentian eskalasi dan mendesak seluruh pihak untuk kembali ke meja perundingan. Namun, dengan posisi yang semakin mengeras antara poros Rusia-Iran dan blok Barat yang dipimpin AS, potensi jalan damai masih sangat rapuh.
PBB dijadwalkan akan menggelar sidang darurat untuk membahas krisis ini, sementara negara-negara anggota G20 menyerukan penghentian segera segala bentuk agresi militer dan penggunaan kekuatan destruktif.
Dunia Menahan Napas
Dengan adanya ultimatum terbuka dari Rusia dan kemungkinan keterlibatan langsung AS, dunia kini berada dalam kondisi siaga tinggi. Apakah diplomasi masih mungkin? Ataukah dunia sedang menuju fase baru dari konflik global berskala luas?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
