Penolakan tersebut diduga memicu cekcok antara para pemuda dan pihak pemilik lahan. Situasi kemudian meningkat ketika salah satu pemuda disebut mengalami pemukulan lebih dahulu.

“Sebagai manusia tentu tidak terima dipukul dan dihujat, maka anak-anak ini memukul balik,” lanjutnya.

Ketegangan disebut berlanjut hingga melibatkan warga sekitar. Ricar menduga terjadi pengeroyokan terhadap ketiga pemuda tersebut oleh massa yang datang ke lokasi kejadian. Setelah itu, mereka dibawa ke Koramil Monta.
Tidak berhenti di situ, Ricar juga menduga ketiga pemuda kembali mengalami kekerasan fisik saat berada di Koramil. Dalam keterangannya, ia menyebut adanya tindakan injakan dan pemukulan menggunakan kabel yang menyebabkan luka serius, bahkan salah satu korban dilaporkan tidak sadarkan diri.
“[Korban] diinjak dan dicambuk menggunakan kabel hingga mengalami luka serius,” tulisnya.

Lebih lanjut, Ricar mengungkapkan bahwa pihak tempat para pemuda tersebut bekerja akhirnya menjemput dan membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, ia kembali menduga adanya tindakan kekerasan lanjutan oleh oknum aparat di rumah sakit terhadap salah satu korban yang masih tidak sadarkan diri.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.