“Kami tidak kerja kebun karena fokus menyelesaikan pekerjaan proyek ini. Sekarang kami bingung harus bagaimana untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Marito menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan telah diselesaikan sesuai dengan kesepakatan awal. Karena itu, para pekerja berharap pihak kontraktor segera memenuhi kewajiban pembayaran upah yang menjadi hak mereka.

Ia juga menyebut kontraktor yang menangani proyek pembangunan bak penampung air tersebut adalah Toko Rival Boas yang dikenal masyarakat dengan panggilan Bos Mus.

Para pekerja mengaku kecewa karena merasa telah mengorbankan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, namun hingga kini belum mendapatkan pembayaran sebagaimana yang dijanjikan.

Mereka berharap persoalan ini segera diselesaikan agar tidak merugikan para pekerja yang telah menuntaskan pekerjaan. Para pekerja juga meminta adanya kepastian dari pihak kontraktor terkait waktu pembayaran upah yang menjadi hak mereka.

Hingga berita ini diterbitkan, Reformanews.com masih berupaya menghubungi pihak kontraktor untuk memperoleh klarifikasi terkait keluhan para pekerja tersebut. (RFC/ARN)

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.