Jalan Sunyi Menuju Terang: Paskah, PLTS, dan Harapan Energi NTT
Oleh: Teguh Lamentur Takalapeta, M.Fil (Founder Kenari.id)
FHC, Paskah tidak pernah berbicara tentang kemenangan yang instan. Ia selalu dimulai dari luka, melewati keheningan, lalu tiba pada terang. Di situlah letak kedalaman maknanya: pembaruan tidak lahir dari euforia, melainkan dari keberanian menempuh seluruh proses Jumat Agung, Sabtu Sunyi, hingga Minggu Kebangkitan.
Tema “Kristus yang Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” kerap terdengar agung, tetapi akan kehilangan makna jika dilepaskan dari jalan sunyi yang mendahuluinya. Sebab pembaruan sejati tidak pernah datang sebagai hadiah; ia adalah hasil dari kejujuran menghadapi kenyataan, kesabaran dalam proses, dan keberanian untuk memilih arah baru.
Jumat Agung: Mengakui Luka, Membongkar Sistem Lama
Jumat Agung adalah momen ketika manusia dipaksa berhadapan dengan realitas paling telanjang: penderitaan. Salib bukan sekadar simbol iman, tetapi cermin kegagalan sistem yang tidak mampu menjaga martabat manusia. Ketidakadilan, kekerasan, dan eksploitasi bertemu dalam satu titik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
