“Tidak bisa semua daerah diperlakukan sama. Kampus-kampus di NTT menghadapi tantangan yang berbeda sehingga membutuhkan dukungan dan kebijakan yang lebih berpihak,” kata Agustinus.
Lebih jauh, Stefano juga mendorong peningkatan kompetensi dosen melalui berbagai program pelatihan terkait kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), komputasi awan (cloud computing), dan teknologi digital lainnya. Langkah tersebut dinilai penting agar transformasi digital tidak hanya terjadi di kalangan mahasiswa, tetapi juga pada tenaga pendidik sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran.
Workshop Bina Talenta yang digelar di Undarma menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital.
Agustinus menegaskan bahwa visi besar Stefano Rizki Adranacus adalah menciptakan generasi muda NTT yang unggul, inovatif, dan mampu berkompetisi di era ekonomi digital menuju Indonesia Emas 2045.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
