“Pencapaian makro saat ini harus dikawal dengan kebijakan yang mendorong nilai tambah dan skala usaha. Bank Indonesia berkomitmen memperkuat kerjasama dengan pemerintah daerah dan pelaku ekonomi untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membuka ruang bagi ekspansi ekonomi,” ujar Adidoyo Prakoso.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam keynote speech menyoroti peran hilirisasi sebagai motor penggerak peningkatan nilai tambah. Program-program berbasis komunitas seperti One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP) disebut sebagai instrumen strategis untuk mengonsolidasikan komoditas unggulan — garam, rumput laut, daging sapi, dan produk pertanian lainnya — menjadi produk bernilai tambah yang siap bersaing di pasar domestik maupun internasional.
Hilirisasi, menurut Gubernur, mesti diikuti oleh akses pembiayaan dan investasi yang memadai sehingga pelaku usaha, terutama UMKM, dapat meningkat skala dan produktivitasnya. “Ketika produk sudah memiliki nilai tambah melalui hilirisasi, tahap berikutnya adalah peningkatan skala usaha melalui pembiayaan yang tepat sasaran,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
