Forum ini menghasilkan beberapa arahan kebijakan praktis yang dapat diimplementasikan oleh pemangku kepentingan daerah dan pusat:
Percepatan hilirisasi melalui fasilitasi teknologi pengolahan, sertifikasi mutu, dan penyusunan standar produk lokal.
Fasilitasi pembiayaan terarah—memanfaatkan instrumen KLM dan skema kredit mikro bersubsidi yang disinergikan dengan lembaga penjaminan lokal.
Pembenahan infrastruktur pendukung (irigasi, cold chain, akses jalan) untuk memperkecil biaya logistik dan memperkuat daya saing produk.
Penguatan ekosistem UMKM lewat pelatihan, akses pasar, serta integrasi ke rantai nilai regional dan nasional.
Penyederhanaan perizinan investasi dan pemberian insentif bagi investor yang melakukan hilirisasi dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Flobamorata Business and Economic Forum 2025 menjadi platform penting untuk mengonsolidasikan upaya menjaga stabilitas makro—terutama inflasi—sambil membuka ruang pertumbuhan melalui penguatan nilai tambah komoditas lokal. Sinergi koordinatif antara BI, pemerintah provinsi, ISEI, dan pemangku kepentingan lain diharapkan mampu menerjemahkan rekomendasi forum menjadi kebijakan yang operasional, membuahkan peningkatan produktivitas, penyerapan tenaga kerja, serta daya saing ekonomi NTT yang lebih kuat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
