Lebih lanjut dikatakan poin yang sebenarnya begini biarlah perbedaan antara yang senang sekali dan yang kecewa sekali itu tipis, jangan yang senang, senang sekali dan yang kecewa, kecewa sekali poinya disitu.

“Toh orang di rumah sakit juga realistis tapi biaralah marjin antara yang senang sekali dan yang kecewa sekali jangan terlalu jauh. Jangan ada yang senang, senang sekali tapi yang kecewa, kecewa sekali”, ucapnya.

Terkait Jasa

“Dalam pembicaraan dengan teman-teman dokter spesialis karena kita berbicara spesialis tapi kan bahwa di rumah sakit itu ada dokter spesialis, dokter umum, bidan, perawat jadi ada kemungkinan ada dampak bahwa ketika spesialis itu naik maka yang lain akan bertanya “kami apa”

Maka menurut hemat saya untuk insentif ini dokter spesialis harus dinaikan dalam pembicaraan kalau spesialis dinaikan minimal 25 atau 30 lebih bagus karena itu akan berdampak misalnya mereka setuju kalau pembagian jasa di rumah sakit terjadi marjin antara medis dan para medis tipis biar perawat, bidan semuanya happy sehingga kalau rumah sakit yang selama ini disorot karena kurang senyum Ya susah juga , orang sementara sakit hati disuruh senyum itu susah jadi sekali lagi “Kami manusia bukan robot ”

Jasa COVID-19

“Kalu tidak salah uangnya tahun 2022. Pertanyaanya sampai dengan 2024 , 2025 belum bagi bagi juga. Tadi ibu direktur menjelaskan bahwa Perbubnya belum ada. Saya tidak tahu apakah proses Perbub untuk covid ini sampai kapan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.