Kupang Barat, FHC – Angin sepoi yang berhembus dari arah laut Oematnunu sore itu membawa semangat baru bagi ratusan pemuda GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) yang berkumpul di Bumi Perkemahan CHMK, Desa Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat. Di bawah rindang pohon lontar, dua sosok pemimpin hadir bukan sekadar sebagai pejabat, tetapi sebagai sahabat dan penuntun — Wakil Bupati Kupang Aurum O. Titu Eki dan Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis.
Keduanya tampil dalam forum Pekan Raya Pemuda GMIT 2025, sebuah ajang tahunan yang mempertemukan para pemuda dari 33 klasis se-Sinode GMIT, dengan tema besar “To Be a Leader: Bertumbuh, Berkarya, Berdampak.”
Acara yang berlangsung penuh sukacita itu bukan sekadar pertemuan seremonial. Ia menjadi ruang spiritual dan intelektual — tempat para pemuda diajak merenungi makna kepemimpinan sejati dan menemukan panggilan mereka di tengah zaman yang terus berubah.
“Pemuda Adalah Aset Terbesar Bangsa”
Di hadapan ratusan peserta yang duduk melingkar di tanah lapang, Aurum Titu Eki berbicara dengan nada tenang namun penuh keyakinan. “Kita sedang hidup di masa yang menentukan. Indonesia akan memasuki bonus demografi dalam 10 hingga 13 tahun ke depan. Itu artinya, generasi muda seperti kalian akan menjadi tulang punggung pembangunan bangsa,” ucapnya, disambut tepuk tangan riuh.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
