Think Twice with Google, Ketika Mahasiswa Undana Belajar Menjadi Kreator dan Penjaga Ruang Digital

FHC, Perkembangan kecerdasan buatan sering kali menghadirkan dua wajah yang berbeda. Di satu sisi, teknologi ini membuka peluang luar biasa untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan efisiensi kerja. Namun di sisi lain, AI juga menghadirkan ancaman baru berupa penyebaran informasi palsu, manipulasi digital, dan berbagai bentuk kejahatan siber yang semakin sulit dideteksi.

Dua realitas inilah yang menjadi fokus utama dalam kegiatan “Think Twice with Google” yang digelar di Universitas Nusa Cendana (Undana). Melalui program yang diprakarsai Google Student Ambassador 2026, Arleen Theodora Pah, mahasiswa tidak hanya diajarkan memanfaatkan AI, tetapi juga memahami risiko yang menyertainya.

Tema “Think Twice” atau “berpikir dua kali” menjadi pesan yang sangat relevan di era digital saat ini. Ketika sebuah foto dapat dihasilkan hanya dalam hitungan detik dan video dapat direkayasa tanpa jejak yang mudah dikenali, kemampuan berpikir kritis menjadi benteng pertama bagi masyarakat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.