Namun, tawaran ini sempat ditolak oleh massa yang ngotot agar seluruh tuntutan mereka didengar secara terbuka. Bahkan, muncul wacana untuk menginap di kantor DPRD sebagai bentuk protes. Meski demikian, Egidius tetap berusaha membujuk agar aksi tidak melewati batas sehingga keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Insiden ini menjadi catatan penting bagi DPRD Malaka. Proses penyerapan aspirasi masyarakat tidak jarang diwarnai ketegangan, apalagi menyangkut isu sensitif seperti rekrutmen PPPK yang menyangkut masa depan ribuan tenaga honorer.
“Demokrasi itu sehat kalau aspirasi didengar dengan kepala dingin. Kalau kita saling berteriak, maka esensi rapat hilang. Saya hanya ingin agar komunikasi berjalan baik, supaya semua pihak merasa dihargai,” tutur Egidius kepada wartawan usai rapat.
Sikapnya ini diapresiasi oleh sejumlah pengamat politik lokal. Mereka menilai Egidius menunjukkan kepemimpinan emosional yang jarang dimiliki politisi muda. Di tengah panasnya tensi politik, ia mampu menjadi penengah yang menjaga stabilitas forum.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
