Satu Kalimat yang Menghentikan Kegelisahan. Kebuntuan panjang itu akhirnya runtuh bukan oleh dokumen tebal atau surat edaran berlembar-lembar, melainkan oleh satu kalimat perintah dari Bupati Kupang, Yosef Lede.

“Saya perintahkan Pak Sekda, bayar dulu normal sambil kita berjuang luar biasa untuk menyelesaikan kekurangannya.”
Kalimat itu diucapkan Bupati Kupang Yosef Lede di hadapan ribuan PPPK, tepat ketika kegelisahan mencapai puncaknya. Singkat, tegas, dan berpihak. Dalam sekejap, polemik yang berbulan-bulan berputar di mainkan oleh pihak pihak yang kontra pemerintah menemukan ujungnya.

Bagi para PPPK, kalimat tersebut bukan sekadar perintah administratif. Ia adalah penegasan kehadiran negara, bahwa di tengah kerumitan regulasi, ada pemimpin yang memilih mendahulukan hak dasar pegawainya.

Merespons derasnya isu, Bupati Yosef Lede kemudian memberikan klarifikasi terbuka di Kantor Bupati, Senin (26/1/2026). Ia menegaskan bahwa isu pemotongan gaji PPPK belum final dan bukan keputusan resmi pemerintah daerah.
“Tidak ada pemerintah yang ingin pegawainya tidak sejahtera. Pemerintah justru ingin seluruh pegawai, termasuk PPPK, hidup sejahtera,” tegasnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.