“Inovasi pertanian menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan. Ketika produksi tetap terjaga meskipun menghadapi cuaca ekstrem, risiko lonjakan harga dapat ditekan,” ujarnya.
Upaya memperkuat ketahanan pangan juga dilakukan melalui pengelolaan distribusi dan stabilisasi pasokan di lapangan. Badan Pangan Nasional bersama Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah.
Hingga awal Juni 2026, berbagai intervensi telah dilakukan secara masif. Salah satunya melalui penyelenggaraan lebih dari 5.200 kali Gerakan Pangan Murah di 36 provinsi. Selain itu, pemerintah juga telah mengoperasikan 2.890 Kios Pangan sebagai sarana distribusi komoditas strategis kepada masyarakat.
Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Badan Pangan Nasional, Yudhi Harsatriadi Sandyatma, menegaskan bahwa penguatan distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di tengah dinamika produksi dan konsumsi.
Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi disparitas harga antarwilayah sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap pangan dengan harga yang terjangkau.
