Namun demikian, Imam menegaskan bahwa kehadiran teknologi tidak menghilangkan peran guru. Sebaliknya, guru harus bertransformasi menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu membimbing peserta didik dalam berpikir kritis, menyaring informasi, serta mengembangkan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.

Menurutnya, pendidikan guru harus mulai mengintegrasikan pendekatan pembelajaran yang menekankan kemampuan berpikir mendalam (*deep thinking skills*) dan pembelajaran bermakna (*deep learning approach*).

“Yang dibutuhkan saat ini bukan hanya kemampuan menguasai teknologi, tetapi juga kemampuan memahami konteks, memecahkan masalah, berkolaborasi, dan membangun kreativitas. Kompetensi inilah yang harus menjadi fokus utama pendidikan calon guru,” katanya.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab mencetak tenaga pendidik, FKIP memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas pendidikan nasional di masa depan. Oleh karena itu, Imam menilai forum nasional seperti ini menjadi ruang penting untuk menyatukan gagasan dan merumuskan langkah-langkah konkret menghadapi perubahan zaman.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.